Perumusan Masalah
Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem,
diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena,
baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam
kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena
yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai
akibat. Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah
tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam
kegiatan penelitian. Setiap penelitian dimulai dari perumusan masalah
yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah. Perumusan masalah ini
dikategorikan sebagai pertanyaan utama yang dicari dan yang akan dijawab
melalui penelitian. Perumusan masalah itu muncul karena adanya gap atau
kesenjangan antara kondisi realitas atau nyata (real life condition)
dengan kondisi yang nantinya diharapkan (future expected condition).
Uraian rumusan masalah ini harus didukung dengan teori, survei, standar,
dan juga data yang relevan.
Dilihat dari penjelasan pada latar belakang diatas, ternyata masih
banyak kegiatan akademik di Perguruan Tinggi Raharja yang masih
melakukan survey secara manual serta masih banyak pula kegiatan-kegiatan
akademik yang membutuhkan adanya survey untuk menilai sistem pelayanan
yang mereka jalankan atau untuk melakukan pemilihan terhadap sesuatu
namun belum pernah menggunakan metode survei.
Sesuai dengan latar belakang penelitian yang telah diuraikan pada
bahasan sebelumnya, penelitian ini secara jelas berkaitan dengan sistem
iLearning Survey (iSur) pada Perguruan Tinggi Raharja. Beberapa hal akan
dikemukakan dan dijelaskan tentang sistem iLearning Survey (iSur) yang
ada pada sistem pelayanan perguruan tinggi. Pada laporan skripsi ini
akan diberikan contoh tentang sistem iLearning Survey (iSur) yang
berjalan saat ini, serta adanya masalah-masalah yang terjadi pada sistem
iLearning Survey (iSur) saat ini.
Selanjutnya, akan dinyatakan dan dijelaskan mengapa masalah ini
penting dan menarik untuk dipecahkan. Dan akan dinilai juga dari
kerugian yang akan muncul apabila masalah ini tidak terpecahkan, atau
keuntungan yang akan didapatkan jika masalah ini terpecahkan. Studi
elisitasi akan dilakukan dalam rangka pembuktian dan inventarisasi
terhadap masalah-masalah yang muncul pada sistem iLearning Survey (iSur)
ini. Kemudian akan dibuktikan melalui literature review bahwa belum ada solusi atau jawaban yang tepat atau pemecahan masalah yang memuaskan atas penelitian yang akan dilakukan ini.
Pengertian Kerangka Berpikir adalah penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek permasalahan kita. Kerangka berpikir iini disusun dengan berdasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan atau terkait. Kerangka berpikir ini merupakan suatu argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis. Dalam merumuskan suatu hipotesis, argumentasi kerangka berpikir menggunakan logika deduktif (untuk metode kuantitatif) dengan memakai pengetahuan ilmiah sebagai premis premis dasarnya.
Perumusan dan Pengujian Hipotesis
Pengertian Kerangka Berpikir adalah penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek permasalahan kita. Kerangka berpikir iini disusun dengan berdasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan atau terkait. Kerangka berpikir ini merupakan suatu argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis. Dalam merumuskan suatu hipotesis, argumentasi kerangka berpikir menggunakan logika deduktif (untuk metode kuantitatif) dengan memakai pengetahuan ilmiah sebagai premis premis dasarnya.
Perumusan dan Pengujian Hipotesis
Hipotesis
(atau ada pula yang menyebutnya dengan istilah hipotesa) dapat diartikan
secara sederhana sebagai dugaan sementara. Hipotesis berasal dari
bahasa Yunani hypo yang berarti di bawah dan thesis yang
berarti pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian. Jika dimaknai
secara bebas, maka hipotesis berarti pendapat yang kebenarannya masih
diragukan. Untuk bisa memastikan kebenaran dari pendapat tersebut, maka
suatu hipotesis harus diuji atau dibuktikan kebenarannya.
Untuk
membuktikan kebenaran suatu hipotesis, seorang peneliti dapat dengan
sengaja menciptakan suatu gejala, yakni melalui percobaan atau
penelitian. Jika sebuah hipotesis telah teruji kebenarannya, maka
hipotesis akan disebut teori.
Dalam
penelitian ada dua jenis hipotesis yang seringkali harus dibuat oleh
peneliti, yakni hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Pengujian
hipotesis penelitian merujuk pada menguji apakah hipotesis tersebut
betul-betul terjadi pada sampel yang diteliti atau tidak. Jika apa yang
ada dalam hipotesis benar-benar terjadi, maka hipotesis penelitian
terbukti, begitu pun sebaliknya. Sementara itu, pengujian hipotesis
statistik berarti menguji apakah hipotesis penelitian yang telah
terbukti atau tidak terbukti berdasarkan data sampel tersebut dapat
diberlakukan pada populasi atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar